Pengalihan Alamat Website

Mulai Saat ini Website Resmi HIMAGRIN FPTK UPI beralih ke http://himagrin.rema.upi.edu/

Iklan

Katanya, BBM naik lagi!!! Kenapa Ya? Yuk, kita tengok.

Dikaji oleh: Departemen Sosial Politik HIMAGRIN FPTK UPI (14 Juni 2013)

7Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami tekanan pada 2013 dan berada pada kisaran 6,2 persen atau diperkirakan meleset dari target pemerintah (6,8 persen). Target penerimaan pajak pun meleset dan turut berkontribusi dalam perlambatan ekonomi. Padahal, pajak adalah sumber utama pendapatan negara sebagaimana termaktub dalam APBN. Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan dari sektor pajak sebesar Rp 1.192.9 atau 78,01 persen dari keseluruhan target pendapatan negara.

Jika tidak ingin terjebak oleh utang yang kian menggunung sebagai jalan terakhir menutup defisit APBN, optimalisasi penerimaan pajak harus dilakukan. Sebaliknya, bila defisit APBN kian membengkak, tak ada pilihan lain kecuali menambah utang untuk menambal APBN. Tapi, dengan berbagai gejolak internal dan eksternal, naga-naganya, pemerintah bakal kedodoran mengelola APBN jika tanpa utang tambahan. Defisit anggaran pada 2013 yang ditetapkan 153,3 triliun rupiah atau 1,65 persen dari PDB bisa jadi melebar.

Tahun ini pemerintah menargetkan utang baru melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar 172,8 triliun rupiah dan pembiayaan luar negeri negatif 19,5 triliun rupiah. Total utang outstanding pemerintah Indonesia sampai Januari 2013 naik Rp 4,33 triliun menjadi Rp 1,979 triliun. Utang Indonesia meningkat lebih dari 40 persen dalam enam tahun terakhir ini.

APBN seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat, namun karena beban tagihan pokok dan bunga utang hingga 15 persen, kepentingan rakyat terabaikan. Bahkan, jika pemerintah berhenti menambah utang mulai tahun ini, kita masih butuh waktu sekitar 40 tahun untuk melunasi semua utang. Utang telah menyedot kedaulatan APBN.

Ironisnya, walaupun APBN terbebani utang namun masih inefisiensi dalam alokasi anggaran. Belanja pegawai, misalnya, dengan pelayanan lamban dan masih jauh dari kata memuaskan ekspektasi publik, dalam APBN 2013 justru memperoleh kenaikan anggaran dua kali lipat menjadi RP 28 triliun. Pembengkakan belanja pegawai disebabkan oleh skema pensiun PNS yang menjadi tanggungan negara sejak 2009, bahkan jumlahnya mencapai Rp 74 triliun atau mencapai 35 persen belanja pegawai, ditambah tambahan remunerasi yang diterapkan pada seluruh K/L di tahun 2013 serta lembaga non struktural yang semakin menjamur.

Demikian pula kebijakan subsidi energi yang hari-hari ini membuat pemerintah ‘galau’, ternyata juga salah sasaran. Subsidi BBM, misalnya, lebih kental unsur populis-politis menyedot APBN hingga Rp 193,8 triliun. Padahal, menurut PT Pertamina Persero, 74 persen subsidi energi, khsususnya BBM salah sasaran.

Anggaran negara sangat besar dan terus meningkat dari tahun ke tahun, misalnya, tahun 2013 mencapai Rp 1.683 triliun, dialokasikan hanya untuk pos-pos yang bisa mengungkit popularitas pemerintah nir kekuatan stimulan ekonomi. Padahal, sejatinya APBN adalah stimulan fiskal untuk menggerakkan sektor-sektor ekonomi rakyat. Fungsionalisasi sebagaimana spirit konstitusi hanya bisa tercapai bila sejak awal APBN didisain tidak defisit demi menghindari jebakan utang.

Proyek-proyek negara yang dibangun dengan utang tak ubahnya perangkap gali lubang tutup lubang. Konsekuensinya, perlahan-lahan sumber daya dalam negeri dikeruk sebagai bagian dari konsesi utang tersebut. Inilah satu asal muasal PETAKA yang disebut mantan Wakil Ketua Senior Ekonom Kepala Bank Dunia Joseph E Stiglitz (2006) sebagai “Kutukan Sumber Daya Alam”. Padahal, anggaran semestinya diprioritaskan untuk mendorong sektor-sektor hajat hidup rakyat banyak.

(Sumber: catatan Jusman Dalle 2013, Pakar keuangan Negara)

Pengumuman Hasil Seleksi SNMPTN Jalur Undangan 2013 Agrin UPI

Daftar Peserta Lulus SNMPTN Jalur Undangan 2013

PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGRO INDUSTRI

Selamat bergabung di keluarga besar Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI, jangan lupa mengisi biodata secara online pada website snmptn.pmb.upi.edu mulai tanggal 29 Mei – 4 Juni 2013

No No Seleksi Nama Lengkap Asal Sekolah
1. 4130708480 NAILA FAUZIA FADIAH SMAN 13 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
2. 4130703530 VINA OKTAPIANI SUHERMAN SMAS AL MASOEM JATINANGOR, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
3. 4130680505 SARAH DYAS AVIYANTI SMAN 16 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
4. 4130617982 LIA LIAWATI SMAN 1 KUNINGAN, KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT
5. 4130643132 YANUAR IRFAN RHAMDANI SMAS PASUNDAN 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
6. 4130637680 NIDA FADHILAH SMAN 6 CIMAHI, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT
7. 4130652439 REZA RIZKI MAULANA SMAS BPI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
8. 4130650135 JESICA PUTRI SAGALA SMAN 1 BANJARAN, KAB. BANDUNG, JAWA BARAT
9. 4130549751 SHELLA KHAIFA SMAN 1 JALAKSANA, KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT
10. 4130553897 AMALIANA SMAN 1 BANJARAN, KAB. BANDUNG, JAWA BARAT
11. 4130554048 ARRAFI DIENA AMALIA SMAN 2 SUBANG, KAB. SUBANG, JAWA BARAT
12. 4130523248 ANI NOVITASARI SMAN 1 JALAKSANA, KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT
13. 4130563404 SARAH NUR FAUZIAH SMAN 16 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
14. 4130592055 AIDAR NURUL SYAHWAL SMAN 15 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
15. 4130580940 UTARI NUR AMALIA SMAN 16 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
16. 4130579397 NETI YUNINGTIAS SMAN 1 KALIANDA, KAB. LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG
17. 4130493791 TIARA MAULIDA YANTI SMAN 1 CIMAHI, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT
18. 4130503419 HANIFAH RAHMADANI SMAN 1 KUNINGAN, KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT
19. 4130504791 KHAIRINA PUSPA ADIANTI SMAN 4 CIMAHI, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT
20. 4130479645 FACHMI FATHURAHMAN SMAN 2 CIANJUR, KAB. CIANJUR, JAWA BARAT
21. 4130322621 ASRI OKTAVIANTI RAHAYU SMAS PASUNDAN 3 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
22. 4130332046 WINA NURDIANA SMAN 2 CIAMIS, KAB. CIAMIS, JAWA BARAT
23. 4130241971 IIS SA’DIAH SMAN 11 GARUT, KAB. GARUT, JAWA BARAT
24. 4130369523 NIDA AWALIA HANIFAH SMAN 1 RANCAEKEK, KAB. BANDUNG, JAWA BARAT
25. 4130375121 JULIANA M. NUR SMAS PASUNDAN 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
26. 4130010896 HARYATI SMAN DARMARAJA, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
27. 4130081254 ANTI AGUSTIN SMAN 1 TANJUNGSIANG, KAB. SUBANG, JAWA BARAT
28. 4130139953 ISNAENI APRILIANI SMAN 1 SUKARAJA, KAB. SUKABUMI, JAWA BARAT
29. 4130140516 NURUL INTEN AULYA SMAN 1 KAWALI, KAB. CIAMIS, JAWA BARAT
30. 4130188706 AMALIA DWI LESTARI SMAN 1 CILIMUS, KAB. KUNINGAN, JAWA BARAT
31. 4130370104 ARIFA NOVIANTY EFFENDI PUTRI SMAN 1 CIANJUR, KAB. CIANJUR, JAWA BARAT
32. 4130157141 RIDA ANANDA MAN CIJERAH, KOTA BANDUNG, JAWA BARAT
33. 4130584325 SARI NURMAYANI SMAN 1 SINDANGKERTA, KAB. BANDUNG BARAT, JAWA BARAT

Daya Tampung 2013 dan Peminat 2012 Agroindustri UPI

Nama PTN : UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Kelompok : SAINTEK


Kode Nama Ujian Keterampilan Daya Tampung 2013 Peminat 2012 Syarat Fisik
341014 PENDIDIKAN MATEMATIKA Tidak Ada 30 1350 Lihat
341022 PENDIDIKAN FISIKA Tidak Ada 30 735 Lihat
341036 PENDIDIKAN BIOLOGI Tidak Ada 30 1828 Lihat
341044 PENDIDIKAN KIMIA Tidak Ada 30 1088 Lihat
341052 PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER Tidak Ada 30 1481 Lihat
341066 MATEMATIKA Tidak Ada 15 335 Lihat
341074 FISIKA Tidak Ada 15 167 Lihat
341082 BIOLOGI Tidak Ada 15 568 Lihat
341096 KIMIA Tidak Ada 15 395 Lihat
341103 ILMU KOMPUTER Tidak Ada 30 1526 Lihat
341111 PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR Tidak Ada 18 235 Lihat
341125 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Tidak Ada 15 116 Lihat
341141 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO Tidak Ada 30 204 Lihat
341155 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Tidak Ada 30 536 Lihat
341163 ILMU KEOLAHRAGAAN Pendidikan Jasmani
dan Olahraga
30 388 Lihat
341171 TEKNIK ELEKTRO Tidak Ada 15 566 Lihat

341185

PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGRO INDUSTRI

Tidak Ada

18

368

Lihat

341193 TEKNIK SIPIL Tidak Ada 15 779 Lihat
341206 INTERNATIONAL PROG. ON SCIE. OF EDUCATION Tidak Ada 9 157 Lihat
341214 TEKNIK ARSITEKTUR Tidak Ada 18 550 Lihat

(TRAVO) TRAINING ADVOKASI

Minggu 12 Mei 2013, tim advokasi HIMAGRIN FPTK UPI mengadakan acara Travo (Training Advokasi) yang digelar di Auditorium FPTK UPI. Acara yang bertema Satukan Langkah, Saling Peduli, Bersama Mencapai Sukses ini tidak hanya mengundang mahasiswa Agroindustri saja, tetapi juga terbuka untuk umum.

Suasana ruangan begitu ramai ketika dihadiri oleh beberapa mahasiswa FPTK. Ketua pelaksana (Neng Rika Nurmala) membuka acara dan menyambut para peserta dengan ramah. Suasana semakin hidup ketika Betary Herliana dan Raden Adly Radlistya (MC Travo) membawa acara dengan meriah serta mengajak para peserta mengumandangkan jargon Travo yang berbunyi “Open your heart, open your mind for our friend.”.

Acara ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap lingkungannya supaya dapat mengadvokasi mahasiswa lain yang sangat membutuhkan bantuan kita. Oleh karena itu, panitia Travo mengundang Kang Dudi Septiadi (Presiden BEM REMA UPI 2013) dan Kang Azzam (Wapres BEM REMA UPI 2013) untuk menyampaikan pengalaman dan motivasinya agar lebih memantapkan rasa dan kesadaran peserta Travo terhadap pentingnya Advokasi. Kang Dudi dan Kang Azzam tiada henti-hentinya meneriakkan jargon mahasiswa untuk menyemangati para peserta. Hidup mahasiswa!

Ternyata untuk memahami Advokasi secara mendalam tidak hanya dengan duduk mendengarkan pembicara saja. Teh Fina Siti Anggraeni mengajak para peserta untuk melakukan simulasi melobi. “Simulasinya menyenangkan. Kita dituntut untuk serius,” komentar Veinka Saffanah, salah satu peserta. Simulasi ini adalah sebagai gambaran bagaimana melobi Pembantu Rektor yang sebenarnya.

Penutupan Travo berlangsung meriah. Terlihat mimik penuh kepuasan akan pengetahuan yang diperoleh di wajah para peserta. Seluruh panitia pun tak kalah gembira atas keberhasilan acara yang telah dilaksanakan.

Travo merupakan pilar penting untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sesama. Seperti dalam tema Travo, sesama mahasiswa kita melangkah untuk maju. Dalam melangkah kita tak bisa melakukannya demi diri sendiri. Betapa sedihnya bila kita tidak membantu teman yang ingin melaju seperti kita namun terhalang oleh berbagai macam masalah. Oleh karena itu buka hati dan pikiran kita, ulurkan tangan kita kepada mereka. Bersama-sama kita bisa mencapai kesuksesan yang ingin kita capai. Hidup mahasiswa! (Elsa N.V, Mei 2013)

Training Advokasi

Training Advokasi

Hari Pendidikan Nasional

hari pendidikan nasional

Greetings from us..!
Happy National Education Day..!
2 Mei 2013

“Pendidikan Butuh Aku, Kamu kamu untuk berubah..!”

BEM REMA UPI
Cerdas Berkarakte

Ada Apa dengan UN???

UN                UN tahun ini semakin carut marut, banyak sitem yang kacau didalamnya. Dilihat dari penuturan menteri pendidikan, rusaknya UN terkesan menyalahkan pihak pencetakan dan segala teknisi dalam pendidikan. Sebagai kementrian berskala internasional, ketika hanya menyalahkan teknis saja, maka itu terkesan sepele. Pemerintah hanya penentu standar, bukan penentu kelulusan. Yang katanya hasil UN adalah tiket untuk masuk Perguruan Tinggi, namun ada beberapa daerah terpencil misalnya, disana tidak ada UN, tapi mereka bisa masuk Perguruan Tinggi. Bagaimana sikap pemerintah? hal tersebut terlihat ketidakmerataan kebijakan UN. Karena namanya evaluasi itu tidak hanya ujian tulis, berarti secara tidak langsung mengkerdilkan sistem pendidikan tersebut. Pemerintah itu hanya menunjukkan standar saja, bukan kelulusan. Misalnya menunjukkan hasil karya. Pendidikan bukan hanya hasil tertentu, tapi pendidikan itu komperenhensif. Kognitif, afektif, dan psikomitor. Berarti jika salah satu saja (kognitif), maka terjadi ketidakseimbangan.

UN2Sebainya pak Mendikbud, selaku pemegang kebijakan harus bertanggung jawab terhadap kasus tersebut, dengan melakukan tobat nasional. Sebaiknya cara pandang kita terhadap pendidkian harus di reformasi. UPI sebagai kampus pendidikan harus leading dalam menciptakan guru-guru yang baik. manusia sebagai mahluk kreatif harus bisa melaksanakan.

Peluang dalam berkorupsi di UN :

  • —  BNSP : Proyek Buku Soal Tanya Jawab UN
  • —  Bimbel : Jualan “Pelajar Sukses UN”
  • —  Sekolah : Korupsi Dana UN
  • —  Dinas Pendidikan : Anggaran Koruptif?
  • —  Percetakan : Pembuatan Soal UN

Penyakit moral dalam UN :

  • —  Soal pilihan ganda, memungkinkan contekan
  • —  Kebocoran soal UN
  • —  Joki UN yang berkeliaran menjanjikan kunci jawaban
  • —  Praktek kebohongan dan menindas kelompok pintar (baca teori minroitas kreatif, Tonybee)
  • —  Distribusi Soal Tidak Merata, Penyamaan peta kesulitan dan kemudahan soal

 Ini adalah bukti bahwa UN melanggar filsafat:

Pemerintah mungkin lupa akan adanya kecerdasan majemuk dan sifat para siswa yang memang sangat beragam. Coba saja tanyakan pada para psikolog, setiap siswa memerlukan perlakuan yang berbeda termasuk dalam hal cara belajar.  Sumber : Media dan Para Pakar Pendidikan UPI

Bedah ISU strategis

SOSPOL PRESENT

Edisi 2 : 2 Mei 2013  Hari Pendidikan nasional

Cp : 085369619289

Sejarah aksi May Day (1 Mei ) di Indonesia

Bandung, 30 April 2013

Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh tanggal 1 Mei ini. Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.

Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”. Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

2006

Aksi May Day 2006 terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta, Lampung, Makassar, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Bandung, Semarang, Samarinda, Manado, dan Batam.

Di Jakarta unjuk rasa puluhan ribu buruh terkonsentrasi di beberapa titik seperti Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan, dengan sasaran utama adalah Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto dan Istana Negara atau Istana Kepresidenan. Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Buruh yang tergabung dalam aksi di Jakarta datang dari sejumlah kawasan industri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tergabung dalam berbagai serikat atau organisasi buruh. Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang banyak merugikan kalangan buruh.

2007

burPawai Hari Buruh 1 Mei 2007 di Jakarta

Di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa, seperti Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI, serta Bundaran Hotel Indonesia.

Di Yogyakarta, ratusan mahasiswa dan buruh dari berbagai elemen memenuhi Kota Yogyakarta. Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan. Buruh dan mahasiswa berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta. Di Solo, aksi dimulai dari Perempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag sejauh 3 km untuk menggelar orasi lalu berbelok menuju Balaikota Surakarta yang terletak beberapa ratus meter dari Gladag. Aksi serupa juga digelar oleh dua ratusan buruh di Sukoharjo. Massa aksi tersebut mendatangi Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sukoharjo. Di Bandung, para buruh melakukan aksi di Gedung Sate dan bergerak menuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat.

Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh sejak pukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Banten memblokir Jalan Palima. Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang sejak pukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, lalu menuju gedung DPRD Jawa Tengah. Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, mereka kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo. Di kota Palembang, aksi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Di Sidoarjo, ratusan buruh yang melakukan aksi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur. Ribuan buruh di Pekalongan melakukan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alun Pekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, dan berakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer. Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut dan Pengadilan Negeri Medan.

bur2Pawai Hari Buruh 1 Mei 2008 di Jakarta

2008

Sekitar 20 ribu buruh melakukan aksi longmarch menuju Istana Negara pada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul sejak pukul 10 pagi di Bundaran Hotel Indonesia.

Sementara itu 187 aktivis Jaringan Anti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personel Polres Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie, saat hendak bergabung menuju bundaran HI . Di Depok, 5 truk rombongan buruh yang hendak menuju Jakarta ditahan personel Polres Depok. Di Medan, polisi melarang aksi demonstrasi dengan alasan hari raya Kenaikan Isa Almasih. Aksi buruh di Yogyakarta juga dihadang Forum Anti Komunis Indonesia.

Aksi ini dilakukan oleh pelbagai organisasi buruh yang tergabung Aliansi Buruh Menggugat dan Front Perjuangan Rakyat, serta diikuti berbagai serikat buruh dan organisasi lain, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Buruh Putri Indonesia, Kesatuan Alinasi Serikat Buruh Independen (KASBI), Serikat Pekerja Carrefour Indonesia, Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), komunitas waria, organ-organ mahasiswa dan lain sebagainya.

bur32009

Pawai Hari Buruh 2009 di Jakarta

Belasan ribu buruh, aktivis dan mahasiswa dari berbagai elemen dan organisasi memperingati Hari Buruh Sedunia dengan melakukan aksi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta. Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM, tertahan dan dihadang oleh ratusan aparat kepolisian sekitar 500 meter dari Istana.

 2010

Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara. Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.

Di depan Istana, sempat terjadi kericuhan yang berlangsung sekitar 15 menit pada pukul 14.00 WIB. Petugas kepolisian mengamankan dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan. Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, kedua demonstran tersebut berasal dari salah satu lembaga antikorupsi, KAPAK (Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi). Setelah insiden itu, secara umum kondisi aksi unjuk rasa berjalan kondusif kembali hingga selesainya aksi pada pukul 16.00 WIB.

2011

Ribuan buruh Indonesia merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day, Minggu (01/05) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Mereka menyerukan adanya kepastian jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia sambil meneriakkan yel-yel perjuangan eperti “Hidup Buruh” dan “Berikan Hak-Hak Buruh,” serta mereka berpawai menuju Istana Negara.

 2012

bur4Melalui siaran Pers ini Majelis Pekerja Buruh (MPBI) menyampaikan bahwa mogok nasional yang di organisir oleh MPBI akan dilakukan pada tanggal 3 Okt 2012 dimulai pagi hari di lebih dari 21 Kabupaten/Kota padat industri dengan peserta mogok lebih dari 2 juta buruh, aksi ini dalam bentuk mogok kerja/hentikan produksi di lokasi perusahaan dan kawasan industri atau daerah padat industri diluar kawasan, dengan tuntutan Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah (HOSTUM) dan jalankan jaminan kesehatan untuk seluruh Rakyat tanpa terkecuali pada 2014 bukan 2019 dengan iuran jamkes buruh tetap dibayar pengusaha seperti sekarang (KAJS), aksi mogok kerja ini dilakukan di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Serang, Cilegon, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Cimahi, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Batam, Karimun, Medan, Deli, Makasar, Bitung, sedangkan diluar daerah tersebut dilakukan unjuk rasa ke DPRD setempat yaitu di Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kaltim, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Papua

Untuk pemanasan awal sebelum mogok nasional 3 Okt 2012, maka MPBI dan KAJS (Komite Aksi Jaminan Sosial) akan melakukan unjuk rasa pada tanggal 27 Sept 2012 jam 10.00 Wib di Kemenkes dan KemenakerTrans dengan jumlah peserta aksi kurang lebih 10 ribu orang dengan tuntutan yang sama dengan mogok nasional.

Buruh yang terkordinir dan sejahtera akan menjadi kunci utama tidak terjadinya aksi demo mengenai Hari Buruh ini. Pengakuan pemerintah terhadap pemberian jaminan yang dikeluarkan khusus untuk buruh dijadikan salah satu alternative pengurang pajak. Solusi inilah yang dibutuhkan para buruh dan kejadian aksi demo akan terselesaikan keberadaannya. Semoga pemerintah senantiasa memberikan dan membuktikan yang terbaik untuk warga negaranya dan semoga kesejahteraan para bburuh lebih terperhatikan.

Bagaimana nasibnya UN?

Bandung, 27 april 2013

Seiring telah berakhirnya pelaksanaan UJIAN NASIONAL (UN) untuk tingkat SLTP/MTS dan sederajat dengan tingkat  SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C  dan sederajat, status UN masih dipermasalahkan dilihat dari berbagai aspek dan kejadian-kejadian selama pelaksanaan UN 2013 yang dominan dinyatakan GAGAL. Permasalahan yang semakin larut dalam keterpurukan menjadikan semua berbicara terkait masalah UN. Pemerintahan, DPR, MPR, Guru Besar, Dosen, guru sederajat lainnya sampai pada masyarakat serta siswa-siswi yang menjalankannya menanyakan dan mengunggkapkan harapan terhadap keberlangsungan UN.

Warna-warni Pra-pelaksanaan :

Ujian nasional

Warna-warni pasca pelaksanaan

Ujian nasional2

Jawaban atas semua kepenasaran ditindak lanjuti oleh kemendikbud. Upaya tersebut dituangkan dalam  rapat kerja kemendikbud dengan komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jum’at (26/04/2013). Meskipun pelaksanaan rapat berjalan alot, tetapi dapat dihasilkan kesimpulan dan titik temu untuk menyikapi permasalahan yang melanda UN tahun ini

Ujian nasional3

Berikut poin-poin hasil rapar kerja kemendikbud dengan komisi X DPR mengenai UN (UJIAN NASIONAL).

  1. Sikap Komisi X dan Kemdikbud terhadap pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat.

a) Menyesalkan pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat tahun 2013 yang tidak dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah sehingga berpotensi melahirkan ketidakadilan dan memberikan dampak psikologis terhadap peserta ujian dan implikasi anggaran.

b) Hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 yang akan dijadikan sebagai syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN perlu dipertimbangkan kembali dengan kajian mendalam.

Terhadap poin kedua tersebut, F-PKS dan F-PPP memberi catatan. PKS berpendapat bahwa hasil UN SMA dan sederajat tahun 2013 tidak dapat dijadikan syarat kelulusan dan persyaratan masuk PTN. Sementara F-PPP berpendapat masih memerlukan waktu untuk mengambil keputusan karena UN tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  1. Komisi X DPR RI mendesak Mendikbud RI untuk:

a) Melakukan evaluasi secara menyeluruh dan mengambil langkah tegas terhadap pengambil kebijakan, pelaksana, dan pengawasan pengadaan dan distribusi naskah UN 2013.

b) Segera menyelesaikan investigasi proses pelaksanaan pengadaan naskah UN tahun 2013 dan menyerahkan hasil investigasi tersebut secara resmi kepada Komisi X.

c) Menyampaikan laporan pelaksanaan dan evaluasi UN tahun 2013 setiap jenjang pendidikan secara komprehensif, paling lambat satu bulan setelah seluruh pelaksanaan UN tahun 2013 selesai.

  1. F-PKS meminta ada audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan III. Komisi X mendesak Mendikbud untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, utamanya terkait dengan tugas, wewenang, dan peran Badan Standar Nasional Pendidikan dalam menyelenggarakan UN.
  2. Dalam rangka pengawasan, evaluasi pelaksanaan UN tahun 2013, dan landasan pengambilan kebijakan UN tahun 2014, Komisi X dan Kemdikbud sepakat membentuk Panitia Kerja Evaluasi Pelaksanaan UN Tahun 2013.

Mudah-mudahan tidak hanya sekedar kesimpulan semata, tetapi bisa diaplikasikan pelaksanaannya sehingga dapat mewujudkan perubahan yang memang membuat pendidikan khususnya untuk berkembang lebih baik lagi. Seyogyanya permasalahan ini juga bisa menjadikan semangat baru pemerintahan dan seluruh warga negara dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik dimulai dari sektor pendidikannya. Juga senantiasa permasalah yang muncul tidak menyalahkan berbagai pihak-pihak tetapi menjadi tanggung jawab bersama atas nama satu kebangsaan, satu tanah air dan dibawah satu kibaran bendera yang itu sang saka merah putih “INDONESIA RAYA”

Reeferensi: www.kompas.com